Pelatihan Dasar SIG untuk Balai Besar Penelitian BPTH Yogyakarta

Pelatihan Dasar SIG untuk Balai Besar Penelitian BPTH Yogyakarta

BPTHSistem Informasi Geografis (SIG) saat ini sudah diaplikasikan untuk berbagai bidang. Lalu, bagaimana caranya mengupdate sebuah hasil pemantauan untuk penelitian dalam sebuah sistem? Hal ini sangat diperlukan untuk dapat menginformasikan hasil-hasil penelitian kepada masyarakat luas. Namun sebelumnya, perlu dipahami terlebih dahulu apa itu SIG.

Sistem adalah kumpulan berbagai komponen untuk sebuah fungsi input proses dan output tertentu. Informasi adalah data yang sudah diolah, berbeda dengan data yang merupakan hasil temuan/ dikumpulkan di lapangan dan belum dilakukan pengolahan. Geografis adalah terkait dengan lokasi (spasial). Dapat disimpulkan bahwa SIG adalah sebuah sistem yang berisikan informasi yang terintegrasi dengan informasi spasialnya. SIG sudah sejak lama menjadi pendukung dalam pengambilan keputusan.

Dalam mendukung kegiatan penelitian, Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBP-BPTH) Yogyakarta bekerjasama dengan Laboratorium Sistem Informasi Spasial dan Pemetaan Hutan (Lab. SISPH) Fakultas Kehutanan UGM mengadakan pelatihan dasar tentang SIG. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan skill tentang SIG dari peneliti di BBP-BPTH Yogyakarta agar mempermudah dalam kegiatan survei di lapangan serta untuk menunjang dalam pembuatan jurnal. Pelatihan dasar dilakukan selama tiga hari yaitu 30 hingga 1 November 2017 lalu di BBP-BPTH Yogyakarta. Tim dari Lab. SISPH yang diketuai oleh Dr. Wahyu Wardhana, dengan pemateri Ari Afriadi, S.Hut., serta empat mahasiswa yaitu Jon Piter, Rian Adi, Riko Bagus, dan Monica Claire bertugas untuk mendampingi peserta pelatihan untuk bisa mengikuti semua rangkaian kegiatan dengan lancar dan dapat mengaplikasikan SIG dalam kegiatan penelitian selanjutnya.

PELATIHAN      Hari pertama pelatihan beragendakan materi awal SIG juga persiapan hardware dan software. Hari kedua beragendakan pembuatan peta sederhana yang meliputi Georeferencing, Digitasi, dan Layouting. Agenda hari terakhir adalah praktek sederhana menggunakan Global Positioning System (GPS) dan aplikasi penunjang SIG di smartphone. Selama pelatihan berlangsung, semua peserta sangat antusias dan dapat mengikuti agenda dengan baik. Semua peserta sangat menyadari bahwa pengetahuan tentang SIG penting dan dapat menunjang produktivitas seorang peneliti dalam menghasilkan sebuah karya.

 

Penulis: Claire